Cita Citaku Setinggi Tanah
After the consolidation, you’ll want to check any saved search queries that you want to continue using, and re-establish them as needed. 2002 it microsoft picture manager 2007 portable north. Will I keep badges I’ve previously earned?
There are no critic reviews yet for Cita-Citaku setinggi tanah. Keep checking Rotten Tomatoes for updates! Audience Reviews for Cita-Citaku setinggi tanah. Cita-citaku setinggi tanah menceritakan tentang kehidupan sederhana milik agus. Agus sendiri tinggal di daerah kecil yaitu muntilan, jawa tengah. Ayah agus sendiri bekerja di sebuah pabrik tahu dengan penghasilan yang tentunya tidak seberapa.
Film arahan Eugene Panji yang berceritakan tentang 4 orang anak SD yang bersahabat, mereka adalah Agus (M Syihab Imam Mutaqqin), Sri (Dewi Wulandari Cahyaningrun), Jono (Rizqullah Maulana Daffa), dan Puji (Iqbal Zuhda Irsyad). Mereka mendapatkan tugas untuk membuat essai tentang cita-cita mereka, Sri yang selalu ingin dipanggil dengan panggilan Mey ingin jadi artis, Jono yang selalu menjadi ketua kelas ingin menjadi tentara, sedangkan Puji yang hoby ngupil bercita-cita bisa membahagiakan orang lain, dan Agus seorang anak sederhana yang selalu makan tahu bacem setiap hari bercita-cita ingin makan di restoran padang. Mungkin kamu akan tertawa ketika mendengar cita-cita mereka yang terdengar sederhana. Untuk mencapai cita-citanya masing-masing mereka punya cara tersendiri untuk mewujudkannya, tapi yang paling unik adalah cita-cita Agus yang ingin makan di restoran padang, karena untuk bisa makan di restoran padang mereka berfikir setiap piringnya mereka harus membayar lima ribu rupiah, dan biasanya di restoran padang disajikan bisa sampai 10 piring yang berisi lauk pauk yang menggiurkan.
Karena itu mereka merasa makan direstoran padang itu mahal, padahal seperti yang kita tahu makan direstoran padang hanya membayar apa yang kita makan saja Bahkan Puji sampai mengejek cita-cita Agus tersebut, ia mengatakan bahwa cita-citanya rendah tapi menyusahkan. Agus yang tak kenal menyerah tetap berniat untuk mewujudkan cita-cita “mahalnya” itu. Hidup dikeluarga sederhana tidak membuat Agus menyerah, walau hidup keluarganya dinafkahi dari seorang ayah pekerja di pabrik tahu Agus tetap senang masih bisa makan tahu bacem buatan ibunya, bahkan tahu bacam sama seperti nasi yang menjadi makanan pokok keluarganya, setiap pagi makan tahu bacem, siang makan tahu bacem, dan malam makan tahu bacem lagi. Tetapi akhirnya ia mulai merasa bosan dan ingin makan makanan yang lebih enak dan bervariasi, karena itulah ia memiliki cita-cita untuk makan di restoran padang. Pola pikir Agus yang masih belia berubah mindsetnya tentang cita-cita berkat nasihat dari Mbah Tapak yang mengatakan bahwa Impian itu bukan hanya di Tulis tapi harus bisa Di Wujudkan.
Dan Agus mulai mencari cara untuk bisa mewujudkan cita-citanya. Bagaimana cara Agus untuk bisa makan di restoran padang? Saksikan Di Bioskop kesayangan Anda yang mulai tayang 11 Oktober 2012. Pemain Film Cita-citaku Setinggi Tanah (CCST). M Syihab Imam Mutaqqin Sebagai Agus. Dewi Wulandari Cahyaningrun Sebagai Sri/Mey. Rizqullah Maulana Daffa Sebagai jono.
Iqbal Zuhda Irsyad Sebagai Puji. Agus Kuncoro Sebagai Bapak Agus. Nina Tamam Sebagai Ibu Agus. Iwuk Tamam Sebagai Nenek Agus. Donny Alamsyah Sebagai Pegawai restoran Padang. Luh Monika Sokananta Sebagai Bella (Ibu Sri) Trailer Film Cita-citaku Setinggi Tanah (CCST).
Cita Citaku Setinggi Tanah Download
Disebuah desa kecil hidup satu keluarga sederhana yang terdiri dari sepasang suami istri, satu orang nenek dan satu orang anak laki-laki yang masih duduk dibangku Sekolah Dasar. Anak ini bernama Agus dan mempunyai tiga orang sahabat, yaitu Mey, Panji, dan Jono. Ke empat anak ini adalah teman sekelas, mereka setiap hari selalu bermain bersama.
Suatu ketika mereka berempat mendapatkan tugas dari sekolahnya, yaitu tugas mengarang cita-cita yang akan dicapai. Mey bercita-cita menjadi seorang artis, Jono bercita-cita ingin menjadi tentara, sedangkan Agus bercita-cita ingin makan di Rumah Makan Padang, Panji hanya mentertawakan cita-cita Agus karena cita-citanya tidak bermutu. Kemudian semua anak-anak itu serius mengejar cita-cita mereka, khususnya Agus.
Suatu hari Agus mengajak Jono untuk membantu mencari bambu untuk dijadikan celengan. Jono pun membantunya, akhirnya celengan dari bambu pun jadi.
Setiap berangkat sekolah Agus selalu menyelipkan uang jajannya di sepatu untuk disisihkan kedalam celengan nantinya. Setiap hari berulang terus seperti itu, sampai Agus berniat mencari keong untuk Ia jual ke seseorang yang bernama Mbah Keong. Kali ini Agus mengajak Panji untuk mencari keong tersebut, setelah terkumpul banyak keongnya langsung Ia jual ke Mbah Keong dengan harga Rp. 5000, uang tersebut dimasukkannya kedalam celengan.
Render Post
Namun, cara ini tidak berjalan dengan lancer karena Ayahnya melarang Agus untuk mencari keong kembali. Hari terus berjalan, suatu ketika Ibunya menyuruh Agus untuk mengantarkan makanan ke Ayahnya yang bekerja disebuah pabrik pembuatan tahu. Setelah mengantarkan makanan, ternyata Ayahnya menyuruh Agus juga untuk mengantarkan tahu ke rumah pak Darno. Agus pun mengantarkannya, secara kebetulan pak Darno yang membuka usaha ayam potong menyuruh Agus untuk mengantarkan ayam potong ke Rumah Makan Padang, Agus akhirnya mau karena berharap diberi upah yang uangnya nanti akan ditabung kedalam celengannya. Dengan kejadian tadi Agus meminta ijin kepada Ayahnya untuk mengantarkan tahu lagi ke pak Darno karena ingin diberikan tugas lagi oleh pak Darno untuk mengantarkan ayam potongnya dan diberi upah lagi. Akhirnya uang hasil tabungan pun terkumpul banyak. Sorenya, celengan itu dibuka untuk dihitung uangnya dan dibungkus kedalam plastik, malamnya hari itu juga Ibunya menyuruh Agus untuk mengambil air di sumur dan plastik yang berisi uang tersebut selalu dibawa Agus.
Kejadian buruk pun menimpa Agus, plastik uang itu terjatuh kedalam sumur tersebut, nasib Agus memang sial. Ternyata itu bukan rejeki Agus.

Satriono
Namun tidak lama rejeki itu datang kembali, neneknya akan pulang ke kampung halamannya di Yogyakarta, Agus pun diberi uang jajan. Rejeki itu tidak akan hilang, tetapi akan datang.
Akhirnya cita-cita Agus pun tercapai untuk makan di Rumah Makan Padang dan tugas mengarang pun selesai.